Ling Mei yang tidak sadarkan diri kembali melompat ke udara, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, lalu menebaskan gelombang qi emas yang begitu kuat hingga tanah di bawahnya terbelah.

Didalam pikirannya, berbagai macam bayangan muncul. Bayangan yang dilihatnya adalah Xiao Ling yang bermesraan dengan Yun Qing dan menertawakan dirinya.

Ling Mei semakin marah dan mengamuk dan menyerang semakin kuat.

"Maafkan aku Ling Mei, aku terpaksa menyakitimu." batin Lynx.

Lynx berdiri diam, menunggu serangan dari Ling Mei datang.

Dengan penuh amarah, Ling Mei datang lagi menyerang dengan energi emas menyinari pedangnya. Kali ini pedang tersebut mengenai tubuh Lynx dengan tepat, namun senjata itu tidak mampu melukai tubuh Lynx.

Lynx memanfaatkan kesempatan itu. Saat melihat Ling Mei sedikit kehilangan keseimbangan setelah serangannya gagal, dan efek dari kekuatannya yang berbenturan dengan tubuh Lynx membuatnya terhenti sesaat, Lynx melesat dengan kecepatan luar biasa, mendekati Ling Mei dalam sekejap.

Dengan satu gerakan cepat, ia menekan titik akupuntur di tengkuk Ling Mei.

Tubuh Ling Mei langsung menegang. Matanya yang dipenuhi energi jahat melebar sesaat sebelum kehilangan fokus.

Dalam hitungan detik, tubuhnya melemah, pedangnya terlepas dari genggamannya, dan ia jatuh pingsan ke dalam pelukan Lynx. Energi jahat di tubuhnya berusaha menginfeksi tubuh Lynx namun lenyap bagaikan uap setelah berhasil masuk.

Lynx menghela napas panjang, menatap wajah Ling Mei yang kini terlihat lebih tenang. Tetapi ia tahu, masalah belum selesai. Energi jahat yang menyelimuti tubuh Ling Mei masih ada.

"Aku harus mengeluarkannya," gumamnya.

Ia meletakkan kedua telapak tangannya di tubuh Ling Mei dan mulai menyalurkan energi supernya, energi yang lebih murni dan lebih kuat dibandingkan energi spiritual di dunia itu. Cahaya lembut muncul dari tangannya, menyelimuti tubuh Ling Mei, mencoba mengusir energi hitam kehijauan yang menyusup ke tubuhnya.

Namun…

Energi jahat itu tidak bergerak. Seolah memiliki akar yang kuat, ia tetap bertahan, menolak keluar. Energi super yang selama ini menjadi senjata andalah Lynx ternyata tidak mampu melawan energi jahat tersebut, sama gagalnya seperti saat pertama kali dia mencoba mengusir energi hitam kehijauan yang berusaha memasuki tubuhnya.

Lynx menggertakkan giginya.

"Ini bukan sekadar energi jahat biasa…" pikirnya.

Setelah beberapa kali mencoba tanpa hasil, ia menyadari bahwa ini tidak akan berhasil hanya dengan menyalurkan energi.

Tidak ada pilihan lain, ia harus membawa Ling Mei kembali ke kediaman Walikota.

Dengan cepat, ia mengangkat tubuh Ling Mei dan kembali ke kota.

Begitu tiba di kediaman Walikota, keadaan masih sepi dan tenang. Informasi mengenai keadaan di perbatasan belum sampai di tempat ini.

Lynx segera memberi peringatan dan membangunkan walikota.

Bersamaan dengan itu, Komandan Jiang juga datang melapor.

Ternyata ketika komandan Jiang menerima laporan, dia tidak langsung memberitahu walikota karena sedang beristirahat. Komandan Jiang belum mengetahui kondisi asli yang terjadi sehingga dia ingin memastikan terlebih dahulu. Setelah mengetahui bahaya yang sangat besar sedang terjadi, komandan Jiang segera berlari memberi tahu walikota dan bertemu dengan Lynx yang sedang menggendong Ling Mei.

Walikota bersama dengan Li Wei, dan rekan rekannya dari sekte Api Langit segera berangkat untuk membantu mengamankan warga yang belum terinfeksi.

"Walikota, energi jahat ini bisa menyebar dengan sangat cepat. Jika kita tidak segera menghentikannya, kota ini akan jatuh dalam kekacauan total!"

Walikota yang sedang sibuk mengatur barikade untuk melindungi warga yang selamat menatap Lynx dengan penuh kekhawatiran.

"Apa ada cara untuk menghentikannya?" tanyanya.

Lynx menggeleng. "Aku mencoba mengusirnya dengan energiku, tapi tidak berhasil. Ini lebih dari sekadar energi jahat biasa."

Walikota mengepalkan tangannya, berusaha mencari solusi. Tetapi sebelum ia bisa berbicara, Lynx tiba-tiba teringat sesuatu.

Sebuah artefak yang ia miliki.

Saat memeriksa cincin penyimpanan yang direbutnya kembali dari leluhur Monrest, Lynx ada melihat beberapa artefak milik leluhur Monrest yang tidak pernah digunakan karena merasa tidak berguna. Artefak itu memiliki fungsi untuk menyerap energi negatif, tetapi cakupannya terbatas."Kenapa aku bisa melupakan benda ini." batinnya.

Tanpa ragu, Lynx mengambilnya dari cincin penyimpanannya.

Sebuah benda berwarna hitam kecil berukiran aneh muncul di telapak tangannya. Meski terlihat sederhana, aura yang dipancarkan benda itu begitu unik, seolah memiliki daya tarik tersendiri terhadap energi jahat.

"Semoga ini berhasil," gumam Lynx.

Ia dengan hati-hati meletakkan artefak itu di atas tubuh Ling Mei.

Begitu menyentuh kulitnya, artefak itu mulai bersinar redup. Seperti asap yang tersedot oleh pusaran, energi hitam kehijauan perlahan-lahan keluar dari tubuh Ling Mei dan terserap ke dalam artefak.

Ling Mei sedikit menggeliat, napasnya kembali normal.

Beberapa saat kemudian, ia membuka matanya.

"Ling Mei," panggil Lynx pelan.

Ling Mei menatapnya dengan tatapan bingung, seolah baru saja terbangun dari mimpi buruk. "Apa yang terjadi?"

"Kau terkena energi jahat dan kehilangan kendali," jawab Lynx. "Tapi sekarang kau sudah kembali."

Ling Mei masih terlihat sedikit lemah, tetapi ia bisa merasakan bahwa energi gelap yang sebelumnya menyelimuti dirinya telah lenyap.

Lynx mengulurkan tangannya. "Bisakah kau berdiri?"

Ling Mei menatapnya sejenak, lalu menerima uluran tangan itu. Dengan bantuan Lynx, ia bangkit berdiri.

"Apakah kamu ingat apa yang terjadi?" tanya Lynx.

Ling Mei menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingat membantu penduduk di perbatasan, lalu aku disini." katanya singkat."Apakah kamu yang membawaku kemari?"

"Kita bahas nanti. Sekarang kita harus menemui Walikota dan membantunya," kata Lynx. "Situasi di kota masih belum terkendali dan semakin berbahaya."

Ling Mei mengangguk, dan mereka segera bergegas menuju barikade.

Di depan kediaman Walikota, puluhan warga yang masih selamat berkumpul dengan panik. Para penjaga dan kultivator yang ada di sana berusaha mengendalikan situasi, tetapi ancaman dari mereka yang telah berubah masih belum teratasi. Mereka menggunakan formasi dan kekuatan energi mereka untuk membentuk perisai pelindung, namun kali ini, energi iblis itu bukan hanya menginfeksi melalui sentuh, tetapi sebagian terbang seperti asap dan menembus barikade perisai yang dibangun.

Walikota menoleh begitu melihat Lynx dan Ling Mei datang.

"Lynx, kau berhasil?" tanyanya.

Lynx mengangguk. "Ling Mei sudah sadar. Tapi kita masih punya masalah besar di luar sana."

Walikota menatap kekacauan di perbatasan kota dengan wajah tegang. "Aku tahu. Tapi kita tidak punya cara untuk menghentikannya."

Lynx berpikir cepat.

Jika satu artefak bisa menyerap energi negatif dalam jumlah kecil, maka bagaimana jika ia memperluas cakupannya dengan formasi?

Sebuah ide muncul di kepalanya.

"Aku punya rencana," kata Lynx mantap. "Aku akan menggunakan artefak ini sebagai inti formasi untuk menciptakan pelindung yang bisa melindungi area sejauh satu kilometer."

Walikota menatapnya dengan serius. "Apakah itu mungkin?"

"Ya, tetapi aku membutuhkan bantuanmu untuk mengatur warga agar masuk ke dalam perlindungan ini," jawab Lynx.

Walikota langsung mengerti. Tanpa membuang waktu, ia mulai memberikan perintah kepada para penjaga.

Lynx segera bergerak ke tengah halaman, mengeluarkan semua kristal roh yang sebelumnya diambil dari Zhen Huan dan disimpan di cincin penyimpanannya, dia mulai mengatur pola yang diperlukan.

Dengan cekatan, ia menggambar simbol-simbol di tanah, menempatkan batu-batu di titik yang tepat. Ling Mei yang sudah lebih stabil ikut membantunya dan memberikan batu kristal spiritual tingkat tinggi, sementara Zhen Huan yang sudah datang, ikut mengawasi dari belakang dengan penuh rasa ingin tahu.

Setelah semuanya siap, Lynx mengambil artefak dari dalam jubahnya dan meletakkannya di tengah formasi.

Ia kemudian menyalurkan energi ke dalamnya.

Cahaya biru lembut mulai merambat dari pusat formasi, membentuk garis-garis bercahaya yang saling terhubung.

Dalam hitungan detik, sebuah kubah pelindung transparan mulai terbentuk, melingkupi rumah Walikota dan area sekitarnya sejauh satu kilometer.

Energi jahat yang sebelumnya menyebar di udara mulai melemah begitu menyentuh batas formasi, seolah kehilangan kekuatannya.

Walikota menatap fenomena itu dengan mata penuh harapan. "Luar biasa…"

Ling Mei mengamati hasilnya dengan kagum, lalu menoleh ke Lynx. "Apakah Ini akan melindungi warga dari efek energi jahat?"

